Prof. Dr. Ag. H. Said Aqil Siroj, M.A., meluangkan waktu untuk melakukan ziarah ke makam KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Prof. Dr. Ag. H. Said Aqil Siroj, M.A., meluangkan waktu untuk melakukan ziarah ke makam KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, di sela-sela rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas. Langkah khidmat ini menjadi simbol kuat kesinambungan sanad spiritual, penghormatan mendalam kepada para muassis, serta napak tilas perjuangan ulama besar yang meletakkan fondasi kokoh bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama. Di hadapan pusara kedua tokoh panutan tersebut, Buya Said memanjatkan doa dengan penuh khusyuk. Ziarah yang sarat makna ini merefleksikan pentingnya merawat ingatan kolektif kaum Nahdliyin agar nilai-nilai ketulusan, pemikiran moderat, serta semangat kebangsaan yang diwariskan Mbah Hasyim dan Gus Dur terus terjaga di tengah dinamika zaman. Kehadiran beliau di Tebuireng bukan sekadar tradisi kaum santri, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk meneguhkan kembali komitmen moral dalam mengawal kemaslahatan umat. Di tengah hiruk-pikuk Muktamar NU ke-35, momen ziarah ini mengingatkan seluruh kader bangsa bahwa setiap langkah perjuangan organisasi harus senantiasa bersandar pada akar sejarah dan keteladanan para sesepuh yang telah mendahului.